14 Nov 2012

Tulisan Sederhana untukmu

Di belakang gedung ini semua dimulai
Di hadapan gedung ini juga kita tercipta
Saat malam menyelimuti kota kembang,
tempatmu menuntut ilmu dan impianku sedari dulu
saat bibirmu tak hentinya berceloteh tentang apa saja
saat akhirnya kutemukan kesempatan
Kesempatan mengutarakan apa yang kurasakan
Mata yang berbinar melebihi bintang saat itu
Senyum yang merekah lebih indah dari bunga manapun
Mawar pucat itu merona untukku
Ya, hanya untukku yang tak memperdulikan pucatnya


ini bukanlah hasil dari sastrawan bukan pula penyair
celotehan ini milik seorang biasa,
Dia yang cintanya tumbuh di hadapan Isola
-@rymota