5 Feb 2015

      








TUHAN BERI HAMBA REJEKI, BERI HAMBA KESEHATAN DAN BERI HAMBA WAKTU UNTUK MENJELAJAHI BUMI PERTIWI INI. KABULKANLAH DOA HAMBA. AMIN

3 Feb 2015

Tentang Kita dan Mereka, Akunya Kapan?

Intinya semua ini bukan hanya untuk menyatukan kita, kamu dan aku. Gua terpaksa dipaksa harus memperluas pemikiran gua. Ini semua tentang menyatukan dua keluarga yang berbeda budaya, kondisi, adat, pemikiran dan situasi. Belum lagi pihak-pihak lingkaran luar yang nantinya dipastikan akan mencampuri kami. 

Poin nomer dua di tulisan yang lalu semakin terasa aja. Gua ga punya apa-apa, bahkan baru start nabung di awal Januari kemarin. Tapi toh semua itu beralasan kok. Si Gembil tau kenapa gua baru nabung dan dia maklum (semoga benar). Satu-satunya yang gua punya mungkin cuman si Puput (Honda CB150R berstang Byson warna putih-biru dengan tralis warna merah menyala). Mungkin sudah tiba waktunya gua bener-bener nikmatin untuk ngendarain Puput sebelum akhirnya gua harus berpisah sama dia. Hmm pasti sedih banget sih tapi tak apalah, I'll eat the sh*t. 

Gua yakin setelah ini akan banyak masalah-masalah lain bermunculan, yang biasanya cuman diawalin dengan beda pendapat. Semua ini, ya semua ini hanya demi satu hari resepsi. Dimana gua harus berdiri seharian, menjabat tangan orang-orang yang gua kenal, melengkungkan senyum yang kaku dan lain-lain.

Jujur, gua mungkin prefer ditikam daripada ngeliat muka mereka kaya tadi pagi. Muka yang pura-pura tegar, muka tertekan. Sejarang-jarangnya kami berbicara satu sama lain, tapi gua kenal mereka paling lama dari yang lain. Mengingat apa yang belum pernah gua lakuin buat mereka bikin gua tambah tersiksa. I'm dying here.

Sesusah ini kah? Sesulit ini kah? Gua hanya mau bahagian mereka yang sayang sama gua tanpa ngebebanin siapapun, tapi yang gua hadepin macem-macem. Mereka-mereka yang udah ngelewatin ini mungkin dengan santainya bilang, "udah berani aja, pasti ada jalan kok", "culun amat, gua aja bisa" dan lain-lain. Man, please, situasi tiap orang beda-beda. Maka dari itu gua ga pernah berpatokan sama orang lain. Tapi gua ga akan nganggep ini semua halangan, gua akan anggep ini semua test awal yang gua harus gua lewatin, mau ga mau, bisa ga bisa harus bisa. Demi orang-orang yang tulus sayang sama gua. Keep my word!

================================================================


Sok serius banget ya gua? Gpp lah, mungkin cuman bisa disini doang seriusnya. Akhirnya gua mau ngucapin, kalian hebat, kalian luar biasa dan aku mah apa atuh, hanya seledri dipinggiran bubur ayam.